Mas Isman adalah tokoh sentral yang berperan besar dalam sejarah Golkar. Beliau adalah Organisasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), salah satu organisasi kekaryaan yang menjadi pilar utama Golkar. Peran dalam menyatukan berbagai golongan profesi di bawah KOSGORO menjadi fondasi bagi Golkar untuk berkembang menjadi kekuatan politik yang dominan.
KOSGORO, di bawah kepemimpinan, menjadi wadah bagi para pengusaha, pedagang, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Organisasi ini berfokus pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Dengan basis massa yang kuat, berhasil menyatukan aspirasi dari berbagai kalangan. Ia adalah seorang pemimpin yang visioner.
Ideologi KOSGORO yang diusung oleh adalah gotong royong dan kebersamaan. Nilai-nilai ini menjadi inspirasi bagi Golkar. mendorong Golkar untuk mengedepankan pendekatan fungsional, bukan ideologis. Pendekatan ini terbukti berhasil dan membuat Golkar menjadi organisasi yang unik dan mampu menarik dukungan dari berbagai pihak.
Dengan sebagai salah satu pendirinya, Golkar berhasil menyaingi dominasi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa itu. KOSGORO, di bawah kepemimpinan , menjadi benteng yang kuat untuk menahan pengaruh PKI di kalangan buruh dan karyawan. Hal ini menjadikan sebagai tokoh yang dihormati.
Meskipun bukanlah figur sentral di era Orde Baru, perannya dalam pendirian Golkar tetap diakui. Ide-idenya tentang organisasi kekaryaan menjadi dasar bagi Golkar untuk berkembang menjadi kekuatan politik dominan. Ia adalah arsitek di balik struktur Golkar yang solid dan adaptif.
Mas Isman juga dikenal sebagai sosok yang visioner. Ia melihat potensi besar dari golongan-golongan karya untuk menjadi kekuatan politik yang signifikan. Ide ini menjadi kenyataan di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, yang menjadikan Golkar sebagai kendaraan politik utamanya.
Meskipun Mas Isman telah lama tidak menjabat, perannya dalam mengembangkan Golkar menjadi kekuatan politik yang dominan tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Kisahnya mengajarkan kita tentang bagaimana sebuah kekuatan politik dapat dibentuk dan dipertahankan.
Secara keseluruhan, Mas Isman adalah cerminan dari kekuatan politik yang terorganisir. Kisahnya adalah pengingat yang kuat tentang bagaimana seorang pemimpin dapat memengaruhi dan membentuk sejarah suatu bangsa selama beberapa dekade.
