Arkeolog Tinjau Situs Biting Kerajaan Lumajang Kuno

Penelusuran benteng pertahanan batu peninggalan era Kerajaan Majapahit di wilayah timur Jawa terus memberikan penemuan sejarah yang sangat mengagumkan. Tim ahli Situs Biting Kerajaan Lumajang kuno meninjau struktur fondasi dinding batu bata raksasa yang membentang di area persawahan warga. Peninjauan lapangan ini ditujukan untuk mengukur ketebalan benteng serta memetakan batas wilayah benteng pertahanan kota raja di masa lalu. Langkah ekskavasi lanjutan disiapkan oleh tim arkeolog guna menyelamatkan struktur batu dari kerusakan.

Luas kompleks benteng pertahanan ini membuktikan bahwa wilayah Lumajang dahulunya merupakan pusat pemerintahan kerajaan yang sangat megah dan kuat. Peninggalan area Situs Biting Kerajaan ini memiliki nilai penting dalam sejarah peradaban maritim dan pertahanan militer nusantara abad ke-13. Pembersihan semak belukar dan penataan saluran air di sekitar dinding batu bata kuno dilakukan secara hati-hati oleh tim teknis. Setiap temuan benda purbakala di sekitar benteng dicatat secara teliti memakai sistem pendataan digital.

Pemerintah kabupaten berkomitmen membebaskan lahan di area utama kompleks situs guna dijadikan kawasan taman cagar budaya terpadu. Rencana pembangunan fasilitas museum pameran artefak dan pusat informasi sejarah sedang disusun oleh dinas kebudayaan dan pariwisata. Keberadaan kawasan Situs Biting Kerajaan Lumajang yang tertata rapi diproyeksikan dapat menarik ribuan wisatawan edukasi dari berbagai daerah. Pengenalan sejarah lokal terus digalakkan bagi kalangan pelajar demi memupuk kebanggaan atas kejayaan leluhur.

Masyarakat desa di sekitar lokasi ekskavasi dilibatkan secara aktif dalam menjaga keamanan dan kebersihan kawasan peninggalan bersejarah tersebut. Kesadaran warga akan pentingnya melindungi situs cagar budaya meningkat pesat seiring tingginya perhatian pemerintah daerah dan para peneliti. Peluang usaha ekonomi baru seperti pemandu wisata lokal dan warung makan mulai berkembang di sekitar kawasan situs. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga menjadi modal utama kelestarian cagar budaya.

Laporan hasil pemetaan arkeologi ini akan diserahkan kepada pemerintah pusat untuk proses penetapan status cagar budaya nasional yang dilindungi. Pengawasan ketat akan diberlakukan di sekitar kawasan benteng agar terhindar dari aksi penambangan tanah atau pembangunan liar. Situs benteng pertahanan kuno ini akan tetap berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban masa lalu di Lumajang. Warisan keagungan sejarah bangsa ini akan terus dijaga demi masa depan.