Kabupaten Majalengka kini mulai diperhitungkan sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat, terutama berkat pesona hijau Terasering Panyaweuyan yang menyerupai bentang alam di luar negeri. Kawasan lereng Gunung Ciremai ini menawarkan pemandangan ladang bawang yang tersusun rapi mengikuti kontur perbukitan, menciptakan gradasi warna yang sangat memanjakan mata. Keunikan lanskap ini telah menarik perhatian para pecinta fotografi dan pelancong yang mencari ketenangan di tengah alam yang asri. Popularitasnya yang meningkat pesat membuktikan bahwa kreativitas petani dalam mengolah lahan miring dapat bertransformasi menjadi aset pariwisata yang luar biasa jika dikemas dengan tepat.
Masifnya perkembangan Tren Travel di media sosial berperan besar dalam melambungkan nama Panyaweuyan ke level nasional. Wisatawan kini lebih cenderung mencari destinasi yang menawarkan pengalaman visual yang “instagramable” dan memberikan rasa kedekatan dengan kehidupan agraris. Di Terasering Panyaweuyan, para pengunjung tidak hanya sekadar melihat pemandangan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan para petani yang sedang mengolah lahan. Hal ini menciptakan model wisata edukasi yang organik, di mana nilai-nilai kerja keras dan kearifan lokal dalam menjaga kesuburan tanah menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat perkotaan yang datang berkunjung.
Pengelolaan kawasan ini agar tetap lestari di tengah lonjakan kunjungan menuntut kesadaran kolektif dari semua pihak. Sektor pariwisata dalam Tren Travel masa kini harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar keindahan alam tidak rusak oleh tumpukan sampah atau pembangunan fasilitas yang tidak berwawasan lingkungan. Di sekitar Terasering Panyaweuyan, pengaturan jalur pejalan kaki dan area pandang telah dibangun sedemikian rupa agar tidak mengganggu aktivitas pertanian warga. Pendapatan dari sektor jasa wisata diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk perawatan infrastruktur desa dan peningkatan kapasitas ekonomi para petani yang menjadi pemilik sah dari keindahan lanskap tersebut.
Ke depan, tantangan utama bagi destinasi ini adalah menjaga konsistensi keindahan lahan sepanjang tahun, mengingat aktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh pergantian musim. Pihak pengelola bersama komunitas lokal perlu menyusun kalender wisata yang menginformasikan kapan waktu terbaik untuk melihat hamparan hijau yang paling maksimal. Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku Tren Travel dapat membantu mempromosikan Panyaweuyan sebagai model pembangunan desa mandiri berbasis agrowisata.
